Lowongan CPNS 2014: CPNS Dibuka Agustus 2013, Kursi untuk Penyandang Cacat Teralokasi

DARI sekitar 60 ribu kursi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan direkrut pada 2013 ini, pemerintah mengalokasikan 300 kursi untuk penyandang cacat atau difabel dan 100 kursi untuk para pemuda Papua.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Eko Prasojo menyebutkan, selain kaum difabel atau penyandang cacat dan pemuda Papua, pemerintah juga akan menyiapkan kursi CPNS khusus kepada sejumlah atlet nasional.

“Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberikan keadilan sekaligus untuk memperkuat peran PNS sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Eko Prasojo di Jakarta, Selasa (30/4/2013) melalui situs Setkab RI.

Menurut Wakil Menteri PAN-RB itu, kebijakan mengalokasikan kursi CPNS bagi kaum difabel, atlet nasional dan para pemuda Papua itu sejalan dengan bunyi pasal 27 Undang-Undang Negara Republik Indonesia tahun 1945, khususnya ayat (2),  yang berbunyi tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Para penyandang cacat itu misalnya tuna netra, cacat anggota badan, menurut Eko Prasojo, banyak yang memiliki kemampuan tertentu dan bisa bekerja sebagai PNS.

Sedangkan bagi para pemuda Papua disiapkan kuota 100 orang untuk ditempatkan  sebagai PNS di kemenetrian/lembaga (K/L). Dengan afirmasi ini mereka diharapkan bisa menjadi perekat NKRI. Adapun atlet berprestasi, disiapkan formasi untuk menjadi pelatih dengan asumsi setiap 4 tahun (sekali penyelenggaraan PON) sekitar 1.000 orang.

Wakil Menteri PAN-RB Eko Prasojo menambahkan, dalam rekruitmen CPNS tahun 2013 yang diperkirakan akan dilaksanakan pada Agustus ini, pemerintah juga menetapkan sejumlah jabatan yang menjadi prioritas, karena pegawai pada kelompok jabatan dimaksud berdasarkan hasil perhitungan beban kerja dinilai kekurangan.

“Untuk instansi pemerintah pusat, jabatan yang diprioritaskan adalah guru, dosen, penegak hukum, serta jabatan utama fungsi instansi.

Sedangkan jabatan yang diprioritaskan untuk instansi daerah adalah guru, tenaga medis dan paramedis, jabatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta jabatan yang berperan dalam pengendalian jumlah penduduk,” pungkas Eko Prasojo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *