Lowongan CPNS 2014: Sebanyak 300 Kursi CPNS bagi Penyandang Cacat

By | 20/05/2013

Kursi Ca­lon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, tidak ha­nya diperuntukkan bagi pa­ra WNI pada umumnya. Dari sekitar 60 ribu kursi CPNS yang dise­diakan pada 2013 ini, peme­rintah mengaloka­si­kan 300 kursi untuk pe­nyan­dang cacat atau difabel. Tidak hanya itu, 100 kursi juga diperuntukkan bagi para pemuda asal Papua.

Menurut Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Ne­gara dan Reformasi Birok­rasi (PAN-RB) Eko Prasojo, ke­bijakan tersebut dibuat ber­kaitan dengan prinsip kea­di­lan. ”Kebijakan ini dimak­sud­kan untuk memberikan kea­dilan sekaligus untuk mem­perkuat peran PNS seba­gai perekat Negara Kesatuan Re­publik Indonesia (NKRI),” urai Eko di Jakarta, kemarin (1/5).

Di samping untuk kaum difabel dan pemuda Papua, Eko melanjutkan, pemerin­tah juga akan menyiapkan kursi CPNS khusus kepada sejumlat atlet nasional. Me­nu­rut Eko, kebijakan menga­lo­kasikan kursi CPNS bagi kaum difabel, atlet nasional dan para pe­muda Papua itu sejalan dengan bunyi pasal 27 Undang-Un­dang Negara Republik Indonesia tahun 1945, khususnya ayat (2), ”yang berbunyi tiap-tiap war­ga negara berhak atas peker­jaan dan penghidupan yang layak bagi kema­nusia­an”.

Eko para penyandang ca­cat tersebut, banyak memi­liki kemampuan tertentu, seka­lipun memiliki keku­rang­an. Sehingga, mereka masih bisa bekerja sebagai PNS. Semen­tara para pemu­da Papua yang telah disiap­kan kuota 100 orang untuk ditempatkan seba­gai PNS di kemenetrian/lem­baga (K/L), diharapkan bisa menjadi perekat NKRI. ”Kalau atlet berprestasi, disiapkan forma­si untuk menjadi pelatih de­ngan asumsi setiap 4 tahun (sekali penyelenggaraan PON) sekitar 1.000 orang,” ujarnya.

Dalam rekruitmen CPNS tahun 2013 yang diper­kira­kan akan dilaksanakan pada Agus­tus ini, kata Eko, peme­rintah juga menetapkan sejumlah jabatan yang men­jadi prioritas. Sebab, pegawai pada kelom­pok jabatan di­mak­sud berda­sarkan hasil perhitungan be­ban kerja dinilai kurang.

Dia memaparkan, untuk instansi pemerintah pusat, jabatan yang diprioritaskan adalah guru, dosen, penegak hukum, serta jabatan utama fungsi instansi. ”Sedangkan jabatan yang diprioritaskan untuk instansi daerah ada­lah guru, tenaga medis dan pa­ramedis, jabatan yang mendo­rong pertumbuhan ekonomi, menciptakan la­pang­an kerja, mengurangi pengangguran, serta jabatan yang berperan dalam pe­ngen­dalian jumlah pen­du­duk,” imbuh dia.

Seperti diketahui, moratorium penerimaan CPNS regu­ler telah dicabut, na­mun jum­lahnya terbatas. Jumlah PNS yang memasuki masa pensiun tahun ini men­ca­pai sekitar 110 ribu, se­men­tara yang akan diterima sekitar 60 ribu orang. Tes penerimaan CPNS jalur regu­ler ini akan digelar seren­tak pada Agustus nanti. Se­men­tara untuk Pega­wai Tidak Tetap (PTT) Kate­gori 2, jum­lah­nya mencapai 500 ribu. Untuk PTT K2, pe­me­rintah masih akan mela­kukan pe­nen­tuan kuota for­masi juru­san dan usulan dari daerah. Jika kuo­ta telah diten­tukan, maka tes bisa dilakukan pada Juli atau Agustus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *