Lowongan CPNS 2014: Maret 2014, Pemerintah Buka Lowongan 100 Ribu CPNS

By | 03/02/2014

Kabar gembira bagi Anda yang berminat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pada Maret 2014, pemerintah kembali membuka lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tak tanggung-tanggung, jumlah CPNS yang dicari sebanyak 100 ribu orang.

“Tahun ini buka 100 ribu lowongan. Maret sudah dibuka,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar saat berkunjung ke kantor Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta.

Azwar menjelaskan, pembukaan lowongan CPNS pada tahun ini memang lebih cepat dari tahun lalu. Jika Maret dibuka, Azwar memprediksi proses seleksi CPNS bisa digelar sekitar Juni atau Juli sehingga pada Oktober peserta yang lolos seleksi sudah bisa diangkat.

“Jangan hasil tes tahun lalu diangkat sekarang, itu tidak enak jadi kami percepat. Biar yang tahun lalu belum lolos seleksi dan ingin ikut lagi, masih segar,” jelas dia.

Azwar mengakui minat masyarakat untuk menjadi abdi negara memang cukup tinggi. Hal ini terlihat pada seleksi CPNS pada tahun 2013 yang diikuti dua juta peserta tes. Padahal jumlah CPNS yang dijaring pemerintah hanya 65 ribu orang.

Tak hanya gaji yang memadai, Azwar menilai profesi PNS yang cukup terhomat juga menjadi penarik minat masyarakat untuk menjadi PNS.

“Kalau katanya PNS itu terjamin saya tidak sepenuhnya setujulah. Yang menjamin bukan pemerintah tapi Tuhan kita. Paling tidak jadi PNS itu terhormat dan terlindungi,” jelas dia.

Dia menegaskan, seleksi CPNS tahun 2013 yang telah dilaksanakan secara bersih, objektif, transparan, adil, bebas dari KKN, merupakan reformasi birokrasi yang harus didukung oleh semua pihak. Dengan cara itu, negara mendapatkan banyak keuntungan.

Salah satunya yaitu negara akan mendapatkan CPNS dari pemuda-pemudi terbaik bangsa, melalui cara-cara yang fair. Selain itu, tidak ada titip menitip, tidak ada KKN. Semua elemen masyarakat mendapat kesempatan yang sama, sehingga yang menjadi PNS bukan lagi anak atau saudara pejabat.

“Sudah tidak ada titipan, sudah tidak laku pakai uang. Tahun lalu, anak menteri saja tidak lolos seleksi. Bagaimana bisa pakai duit? Itu salah satu bukti. Pada prinsipnya harus melewati ujian kompetensi yang memadai, lalu peserta yang lolos diambil yang terbaik,” pungkas Azwar. (Ndw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *