Lowongan CPNS 2014: Kisruh honorer K1 di Kementerian Agama (Kemenag) Pangkep, Anwar Dicopot dari Kasubag TU

By | 10/06/2012

Kisruh honorer K1 di Kementerian Agama (Kemenag) Pangkep, berbuntut pencopotan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Pangkep, Drs Anwar Kasim, digeser ke bagian lain. Disinyalir pencopotan tersebut terkait proses hukum yang menyeret Anwar Kasim sebagai terlapor di Polres Pangkep. Laporan tersebut dilakukan honorer Kemenag yang terlempar dari K1.

Anwar dipindahkan ke bagian pengurusan haji Kemenag Pangkep. Namun, dugaan lain yang berkembang, Kemenag sengaja mengalihkan jabatan tersebut ke pejabat baru untuk menyelamatkan Anwar dari jeratan hukum.

“Benar ada sertijab di Kemenag Pangkep, baru saja berlangsung,” ungkap Kepala Kemenag Pangkep, Drs H Mangenre, saat ditemui FAJAR di ruang kerjanya, kemarin.

Namun demikian, Mangenre tidak bersedia menjelaskan lebih rinci terkait sertijab tersebut. Ia malah berkilah, hal tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus honorer K1 yang kini ditangani kepolisian. “Sertijab itu lazim adanya, tidak ada kaitannya dengan kasus honorer. Saya rasa ini wajar-wajar saja,” lanjutnya.

Soal gugatan yang dilayangkan kepada salah satu bawahannya tersebut, menurut Mangenre, salah sasaran. Sebab semua proses verfikasi berkas honorer KI dilakukan oleh BAKN dan BPKP. Sehingga yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kisruh kelulusan honorer tersebut adalah pihak BAKN dan BPKP.

Mangenre beralasan semua prosedur perekrutan honorer KI menuju penjaringan CPNS 2012 yang dilakukan Kemenag Pangkep, telah sesuai prosedur. “Yang turun ke lapangan dan melakukan verifikasi kan pihak BAKN dan BPKP. Kami tidak ada kewenangan mengobok-obok berkas, merekalah yang melakukan verfikasi. Jadi kalau mau protes, jangan ke kami,” dalihnya.

Terkait ketidaklulusan Andi Ruslan, pelapor yang juga honorer KI masa pengabdian sejak tahun 2004, menurut Mangenre, dikarenakan faktor kelengkapan berkas SK. Sementara soal banyaknya honorer fiktif yang lulus di penjaringan CPNS, Mangenre mengaku, tidak mengetahui hal tersebut. Termasuk pula saat FAJAR bertanya soal dugaan SK palsu, Kepala Kemenag ini tetap bungkam.

“Kalau soal itu saya angkat tangan. Kewenangan bukan di tangan saya, semua ada pada BAKN dan BPKP sebagai pihak yang memverifikasi data,” tandasnya.

Sementara itu, di ruang Idik IV Satreskrim Polres Pangkep, pemeriksaan saksi-saksi masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk honorer yang diduga fiktif. Pemeriksaan juga akan mengarah pada bedah dokumen, SK dan sejumlah arsip yang dibutuhkan. Kepala Kemenag Pangkep, Drs H Mangenre juga dimintai keterangan oleh penyidik, Senin, 14 Mei.

Senada dengan kisruh yang berkembang, sejumlah honorer KI yang tidak lulus verifikasi CPNS mulai angkat bicara. Satu persatu mereka mulai menguak bobroknya mekanisme perekrutan di kementerian tersebut. Mereka menuding adanya unsur nepotisme yang dilakukan pejabat Kemenag Pangkep dalam pengiriman berkas.

“Awalnya saya lulus verifikasi pertama, namun saat keluar pengumuman menuju penjaringan CPNS, saya malah tidak lulus. Di honorer kategori II pun demikian, saya tidak lulus. Padahal banyak teman sama yang justru baru saja mengabdi namun lulus,” ujar IR, honorer guru Agama MA Darussalam, Kecamatan Pangkajene yang mengabdi sejak tahun 2004.

Category: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *