Lowongan CPNS 2014: Ditemukan Kecurangan Rekrutmen CPNS Kediri

By | 15/01/2010

Sedikitnya 16 elemen masyarakat yang tergabung dalam koalisi masyarakat anti korupsi Kota Kediri, Jawa Timur, menemukan fakta terjadinya kecurangan dalam penentuan peserta yang lulus tes calon pegawai negeri sipil tahun 2009. Data hasil tes resmi yang dirilis oleh panitia penyelenggara tes dan penilaian tidak sama dengan data yang dilansir kepada masyarakat.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang menjadi juru bicara dari Masyarakat Anti Korupsi Umamul Khoir, Rabu (13/1/2010) mengatakan sedikitnya terdapat lima nama pada lima formasi kepegawaian yang berbeda, yang sengaja diganti.

Hasil tes yang dikeluarkan secara resmi oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diklaim mereka, berbeda dengan hasil tes yang diumumkan pada tanggal 12 Desember 2009 yang belum mendapat persetujuan dari LAPI sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan tes dan penilaian hasil tes.
Mereka adalah Gunadi yang terdaftar sebagai Guru Sekolah Dasar Agama Islam dalam data LAPI, tiba-tiba digantikan oleh Atikoh. Dokter umum Melda Nisrina diganti oleh Melina yang disinyalir kuat sebagai anak salah satu pejabat di Dinas Pendapatan Kota Kediri.
Di formasi Perawat Terampil ada nama Dyah Wahyu Ningtiyas yang tiba-tiba diganti dengan nama Hendri Supriyadi yang diketahui sebagai salah satu ajudan pribadi Wali Kota Kediri Samsul Ashar. Pada formasi Pengendali Dampak Lingkungan terdapat nama Diana Yuli S yang diganti dengan nama Aulia. Sedangkan di formasi Pengawas Operasional Alat Berat terdapat nama Luluk Mulyono yang diganti dengan Agus Zarkoni Arif.
"Modusnya mengganti nama di posisi rangking terendah pada hasil tes resmi. Nama baru itu kemudian diletakkan pada posisi nama yang digantikan dan menempati nilai yang ada sebelumnya," katanya.
Lima nama yang diganti selanjutnya dihubungi oleh petugas. Mereka dijanjikan akan diterima sebagai PNS di lingkungan Kota Kediri pada periode rekrutmen tahun 2010, tanpa tes.
Ketua Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama Kota Kediri Syamsul Umam menambahkan pihaknya mengantongi dua versi data resmi ITB. Pertama data hasil tes seluruh peserta CPNS sebanyak 13.000 orang. Dan yang kedua adalah data hasil tes berdasarkan rangking dari 440 peserta yang menempati formasi kepegawaian. Dari dua versi yang berbeda itu, isinya sama.
Terkait temuan adanya perbedaan hasil tes CPNS di Kota Kediri tersebut, Masyarakat Anti Korupsi menyatakan sikap akan terus mengawal proses hukum yang ditangani oleh Polresta Kediri. Mereka meminta polisi melakukannya secara terbuka.
"Polisi tidak boleh tebang pilih dan jangan ada istilah korban mengorbankan. Kalau semua salah ya diproses secara hukum, termasuk wali kota. Polisi harus berani mengumumkan hasil resmi kepada masyarakat," ujarnya.
Lebih jauh, Masyarakat Anti Korupsi Kota Kediri telah melaporkan kasus kecurangan rekrutmen CPNS ini kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Mereka berharap, satgas akan segera melakukan sidak ke Kota Kediri untuk membongkar kecurangan.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Nur Muhyar yang dikonfirmasi wartawan enggan memberikan komentar. "Ojo aku golek liyane wae (jangan saya, cari (narasumber) yang lain saja," ujarnya.

Sb: http://www.cpnsbumn.com/2010/01/rekrutmen-cpns-kediri-20092010-curang.html

Category: Uncategorized