Lowongan CPNS 2014: Disnaker Banjarmasin Diburu Pencari Kerja

Banyaknya warga Banjarmasin yang masih belum bekerja, membuat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjarmasin hampir setiap minggu didatangi oleh para pencari pekerjaan dari beberapa kalangan, yang ingin memenuhi syarat-syarat dalam mencari pekerjaan.Para pencari pekerjaan ini datang ke disnaker kota untuk membuat kartutanda bukti pendaftran pencari kerja (KTBPPK), dari januari sampai oktober 2011 jumlah keseluruhan yang terdaftar di Disnaker kota sebanyak 4.144 orang.

“Terakhir bulan Oktober dulu saja yang mendaftar ke disnaker untuk membuat KTBPPK didominasi oleh keluaran dari perguruan tinggi terutama S1 dan D3,yaitu sebanak 426 orang, itu untuk mencari pekerjaan yang formal” ungkap Rasuli, Kasi IPK dan BK Dinas Tenaga Kerja kepada wartawan MK.

Sementara itu masyarakat lulusan SMU, SMP,SD, bahkan yang buta huruf,terdaftar di Disnaker pada Oktober 2011 untuk mencari pekerjaan lebih sedikit dari pada keluarandari perguruan tinggi.

“Untuk lulusan SMA sebanyak 228 orang, SMP 29 orang, SD 3 orang dan buta huruf hanya 2 orang,” bebernya.

Saat disinggung mengenai balai pelatihan kerja, jalan keluar yangdiberikan berupa keterampilan dalam bekerja, yang dikelola oleh instansi ini, rasuli mengaku bahwa masih sedikit masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan tersebut.

“Keterampilan yang kami berikan kepada masyarakat yang mengikuti pelatihan kerja tersebut berupa keterampilan dalam usaha

perbengkelan, tukang las, memperbaiki pipa ledeng, bahkan menyetir mobil dan truk yang berbadan besar, tapi masih sedikit masyarakat yang ikut serta dalam pelatihan tersebut, dalam satu tahun paling hanya 250 orang yangberminat, itupun keterampilan yang diberikan jarang diterapkan dipekerjaan mereka, jadi balai pelatihan kerja ini masih belum begitu efektif”, ucapnya.

Sedangkan upaya yang dilakukan pemerintah kota (pemko) berupa programpembentukan tenaga kerja mandiri terdidik (PBTKMT) bias dikatakan berhasil, meskipun hanya segelintir peserta yang yang menerapkan hasil pelatihan tersebut dalam pekerjaan mereka.

“Upaya ini cukup berhasil meski hanya sedikit, PBTKMT ini juga dikelola oleh disnaker, pemko hanya memberikan dana,” tambahnya.

PBTKMT yang didanai oleh pemko dan dikelola oleh disnaker ini bersifatmagang selama enam bulan, keberhasilan cara ini masih berhasil tapi hanya sedikit, pasalnya dari 10 orang yang mengikuti paling hanya 5 orang yang benar-benar bekerja sesuai keterampilan yang diberikan.

“Upaya yang dilakukan pemko ini menggunakan metode seperti pelatihan

kerja, tapi mendapatkan uang pesangon, masyarakat yang mengikuti pelatihan ini setiap bulannya akan diberikan uang saku sebanyak Rp 750 000, setelah pelatihan kerja yang bersifat magang selama 6 bulan ini selesai, maka peserta akan diberikan modal untuk bekerja sebanyak Rp 1 500 000, akan tetapi separo dari peserta tersebut mengikuti pelatihan ini hanya untuk mengambil uang yang diberikan saja, selanjutnya mereka juga tidak bekerja sesuai keterampilan yang diberikan, yang berupa keterampilan dalam usaha salon dan menjahit,” tambahnya.

Sampai saat ini disnaker belum tau apakah tahun depan upaya yang dilakukan pemko ini akan berlanjut atau tidak, pasalnya upaya ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali, tapi hasilnya masih sama seperti itu-itu saja, tidak ada perubahan sama sekali. Kalau memang dianggap berhasil oleh pemko, mungkin tahun depan pelatihan kerja ini akan dilaksanakan kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *