• Uncategorized
  • 0

Lowongan CPNS 2014: Pada Tahun 2011, Dibutuhkan 2,5 Juta Tenaga Kerja Untuk Luar Negeri

Hingga tahun 2020 mendatang, kebutuhan tenaga kerja di Serawak, Malaysia mencapai 2,5 juta orang. Kebutuhan ini melebihi jumlah total penduduk Serawak yang hanya sebanyak 2,4 juta orang.  Demikian diungkapkan Konsul Jenderal RI Serawak Rafail Walangitan, Rabu (23/3/2011) di sela Pertemuan ke-V Workshop dan International Business Meeting Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Yogyakarta.

Menurut Rafail, peluang ini menjadi kesempatan usaha yang bagus bagi calon TKI. Sebab, Pemerintah Serawak hanya menerima pekerja asal Indonesia dan tidak membuka lowongan tenaga kerja bagi negara lain.

Tenaga kerja asal Indonesia sangat diminati para pengusaha Serawak karena memiliki semangat kerja yang bagus . Sektor yang paling membutuhkan, antara lain perkebunan dan industri kayu sekitar 700.000 tenaga kerja dan manufaktur serta konstruksi sebanyak 300.000 tenaga kerja, ucapnya.

Dari sisi upah, standar gaji di Serawak merupakan yang tertinggi kedua di seluruh Malaysia. Upah gaji di negara bagian Serawak berkisar 12 ringgit per hari hingga 26 ringgit per hari atau Rp 34.600 hingga Rp 74.800 per hari. Saat ini, jumlah TKI yang berada di Serawak mencapai 204.000 orang.

Upah Rendah

Sama halnya dengan Serawak, negara bagian Sabah, Malaysia juga membutuhkan tenaga kerja lebih dari 100.000 orang. Meski demikian, tak banyak tenaga kerja Indonesia yang tertarik bekerja. Sebab, upah kerja di wilayah Malaysia bagian timur itu rendah.

"Permintaan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Sabah banyak. Tapi, kita tak bis memenuhi permintaan karena b anyak calon TKI tak berminat dengan tawaran upah di sana yang rendah," kata Konsul Jenderal RI Sabah Soepeno Sahid.

Saat ini, rata-rata upah kerja di Sabah sekitar 10 ringgit hingga 12 ringgit atau sekitar Rp 28.700 hingga Rp 34.500 per hari. Sementara itu, banyak calon TKI yang berharap mendapatkan gaji minmal 18 ringgit per hari atau sekitar Rp 5.700 per hari.

"Karena tawaran di Sabah rendah, banyak calon tenaga kerja akhirnya lebih tertarik bekerja di sekitar Kalimantan Timur yang sedang banyak dibuka kebun kelapa sawit. Akhirnya, dengan upah yang sama, mereka banyak memilih bekerja di negara sendiri," kata Soepeno.

Melihat situasi ini, maka Pemerintah Malaysia yang awalnya hanya menerima tenaga kerja asal Indonesia dan Filipina, kini mulai memperluas rekrutmen tenaga kerja ke negara lain, seperti B anglades, Nepal, Myanmar, dan Kamboja.

Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja di Brunei Darussalam juga besar. Sebab, negara tersebut kini sedang banyak melakukan pembangunan.

"Selain pembangunan, Brunei Darussalam juga membutuhkan tenaga kerja di bidang perminyakan dan medis," tambah Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Handriyo Kusumo Priyo.

Menanggapi hal ini, Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, peluang bekerja di luar negeri, khususnya sektor formal sangat besar dengan perlindungan yang lebih baik. Karena tingginya permintaan, di Brunei Darussalam kini jumlah TKI mencapai 10 persen dari total jumlah penduduk negara tersebut.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>